Ya
Allah ada apa dengan hati ini, akhir-akhir ini aku merasa resah dan sedih. Tak
tau penyebab nya dan tak tahu cara mengobatinya. Mungkin dulu aku bisa dengan
cepat mengatasi berbagai masalah saat aku masih dalam keadaan iman yang baik. Tapi
semenjak aku jauh dariMu sulit sekali membuat semuanya menjadi lebih baik.Sepertinya
semua keresahan ini berasal dari jauhnya aku dariMu, dan perasaan suka terhadap
lawan jenis.
Perasaan suka terhadap lawan jenis
dalam islam memang sesuatu yang wajar, tapi islam mengajarkan batasan
batasannya. Agar kita tidak melampaui batas. Tapi aku yang sekarang, mengetahui
akan batasan itu tapi tidak melaksanakannya. Memakai kata-kata manis untuk
menarik perhatian akhwat yang aku suka. Tapi setelah aku pikir tidak pantas
untuk dirinya, maka aku pergi tanpa alasan yang jelas. Aku adalah tipe orang
yang seperti itu. Saat ada seorang akhwat yang aku suka, maka aku akan pintar
dalam mengolah kata dan membuat akhwat itu nyaman dengan keberadaan diriku.
Padahal jika akhwat itu bertanya
perasaan diriku terhadap dirinya yang sebenarnya, belum tentu aku bisa
menjawabnya. Jujur mungkin diriku seperti memainkan perasaan wanita, tapi bukan
itu sebenarnya tujuanku. Aku pergi dan menghilang karena aku sekarang ini
memiliki prinsip “MEMANTASKAN DIRI”. Setelah aku banyak berpikir apakah aku
pantas berbuat seperti ini, dan apakah aku memainkan setiap perasaan wanita?
Jawaban itu ada pada kata hatiku
sendiri, Jujur aku tidak ganteng dan ilmuku pun tergolong biasa saja seperti
kebanyakan orang lainnya. Aku hanya pintar dalam menasehati seseorang tapi
tidak pintar menasehati diri sendiri. Entah kenapa saat aku mendekati seorang
akhwat yang kiranya aku suka, ada saja akhwat yang membalas respon yang baik,
padahal kalo dilihat dari segi fisik aku mungkin tidak pantas dengan dirinya
yang tergolong cantik dan alim.
Aku bisa saja mengajak dirinya
berpacaran. Tapi aku akan beripikir ribuan kali sebelum melakukan hal itu. Sebenernya
aku senang jika ada akhwat yang juga suka terhadap diriku. Tapi aku yang
walaupun tidak ganteng ini memiliki kriteria tertentu. Mungkin jika akhwat yang
sedang dekat dengan diriku dan membaca tulisan ini akan berpikir ulang jika membalas
chating dari diriku lagi.
Selalu berharap kelak memiliki rumah
tangga yang baik, dan mendapatkan pendamping yang mau menerima segala
kekurangan dan kelebihan diriku. Tapi lepas dari keinginankun itu, aku juga
berpikir jika aku menginginkan seperti itu aku harus berusaha memantaskan diri
dan berdoa. Karena akan disayangkan sekali jika aku yang sekarang ini hanya
bisa pintar berkata-kata tidak ada perubahan untuk menjadi lebih baik, padahal
bisa saja akhwat yang kelak menjadi jodohku itu dia berharap lebih terhadap
diriku.
Aku hanya bisa menahan perasaan ini
sekarang dan sampai saatnya tiba. Mungkin untuk selanjutnya aku akan lebih
menghargai wanita, mengerti akan perasaan mereka dan belajar dalam bersikap. Maaf
atas segala perbuatanku ke setiap wanita yang pernah dekat dengan diriku. Aku kini
tak akan mengusik kalian dengan kata-kata manisku lagi dan memberi harapan
palsu lagi. InsyaAllah aku akan bersikap biasa saja mulai saat ini, dan semoga
saja dengan cara itu keresahan hati ini bisa hilang.
#Untuk
jodohku yang masih dirahasiakan oleh Allah, mari sama-sama perbaiki diri kita agar kelak saat kita
bertemu dan berjodoh, kita akan bisa mengerti satu sama lain. Dan saling
membantu meraih ridhoNya. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar