Rabu, 18 Mei 2016

Mengapa Hati Ini Selalu Resah

            Ya Allah ada apa dengan hati ini, akhir-akhir ini aku merasa resah dan sedih. Tak tau penyebab nya dan tak tahu cara mengobatinya. Mungkin dulu aku bisa dengan cepat mengatasi berbagai masalah saat aku masih dalam keadaan iman yang baik. Tapi semenjak aku jauh dariMu sulit sekali membuat semuanya menjadi lebih baik.Sepertinya semua keresahan ini berasal dari jauhnya aku dariMu, dan perasaan suka terhadap lawan jenis.
            Perasaan suka terhadap lawan jenis dalam islam memang sesuatu yang wajar, tapi islam mengajarkan batasan batasannya. Agar kita tidak melampaui batas. Tapi aku yang sekarang, mengetahui akan batasan itu tapi tidak melaksanakannya. Memakai kata-kata manis untuk menarik perhatian akhwat yang aku suka. Tapi setelah aku pikir tidak pantas untuk dirinya, maka aku pergi tanpa alasan yang jelas. Aku adalah tipe orang yang seperti itu. Saat ada seorang akhwat yang aku suka, maka aku akan pintar dalam mengolah kata dan membuat akhwat itu nyaman dengan keberadaan diriku.
            Padahal jika akhwat itu bertanya perasaan diriku terhadap dirinya yang sebenarnya, belum tentu aku bisa menjawabnya. Jujur mungkin diriku seperti memainkan perasaan wanita, tapi bukan itu sebenarnya tujuanku. Aku pergi dan menghilang karena aku sekarang ini memiliki prinsip “MEMANTASKAN DIRI”. Setelah aku banyak berpikir apakah aku pantas berbuat seperti ini, dan apakah aku memainkan setiap perasaan wanita?
            Jawaban itu ada pada kata hatiku sendiri, Jujur aku tidak ganteng dan ilmuku pun tergolong biasa saja seperti kebanyakan orang lainnya. Aku hanya pintar dalam menasehati seseorang tapi tidak pintar menasehati diri sendiri. Entah kenapa saat aku mendekati seorang akhwat yang kiranya aku suka, ada saja akhwat yang membalas respon yang baik, padahal kalo dilihat dari segi fisik aku mungkin tidak pantas dengan dirinya yang tergolong cantik dan alim.
            Aku bisa saja mengajak dirinya berpacaran. Tapi aku akan beripikir ribuan kali sebelum melakukan hal itu. Sebenernya aku senang jika ada akhwat yang juga suka terhadap diriku. Tapi aku yang walaupun tidak ganteng ini memiliki kriteria tertentu. Mungkin jika akhwat yang sedang dekat dengan diriku dan membaca tulisan ini akan berpikir ulang jika membalas chating dari diriku lagi.
            Selalu berharap kelak memiliki rumah tangga yang baik, dan mendapatkan pendamping yang mau menerima segala kekurangan dan kelebihan diriku. Tapi lepas dari keinginankun itu, aku juga berpikir jika aku menginginkan seperti itu aku harus berusaha memantaskan diri dan berdoa. Karena akan disayangkan sekali jika aku yang sekarang ini hanya bisa pintar berkata-kata tidak ada perubahan untuk menjadi lebih baik, padahal bisa saja akhwat yang kelak menjadi jodohku itu dia berharap lebih terhadap diriku.
            Aku hanya bisa menahan perasaan ini sekarang dan sampai saatnya tiba. Mungkin untuk selanjutnya aku akan lebih menghargai wanita, mengerti akan perasaan mereka dan belajar dalam bersikap. Maaf atas segala perbuatanku ke setiap wanita yang pernah dekat dengan diriku. Aku kini tak akan mengusik kalian dengan kata-kata manisku lagi dan memberi harapan palsu lagi. InsyaAllah aku akan bersikap biasa saja mulai saat ini, dan semoga saja dengan cara itu keresahan hati ini bisa hilang.

             #Untuk jodohku yang masih dirahasiakan oleh Allah, mari sama-sama  perbaiki diri kita agar kelak saat kita bertemu dan berjodoh, kita akan bisa mengerti satu sama lain. Dan saling membantu meraih ridhoNya. Aamiin.